SIOPK-2026-N5Y0LVZU

tari gambuh

🙏 Ritus Baik Terverifikasi Dinas Kebudayaan
1 / 1

Seni Gambuh Desa Adat Tumbakbayuh merupakan sebuah dramatari klasik yang berstatus sebagai kesenian sakral (duwe), sebagai Warisan Budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda. Berakar sejak awal abad ke-18 di bawah naungan Puri Agung Mengwi, kesenian ini berfungsi sebagai seni bebali yang wajib dipentaskan untuk mengiringi upacara keagamaan seperti piodalan di Pura Desa maupun saat prosesi Pemelastian menuju pantai. Sebagai pertunjukan teater total, Gambuh memadukan unsur seni tari berpakem rumit, drama, vokal, dan sastra kuno yang membawakan lakon cerita Panji atau Malat. Dialog antartokoh disampaikan menggunakan bahasa Kawi (Jawa Kuno), yang kemudian diterjemahkan secara jenaka ke dalam bahasa Bali oleh para tokoh punakawan seperti Condong dan Panasar. Seluruh pementasan ini diiringi oleh melodi syahdu dari gamelan Pegambuhan, yang dicirikan oleh dominasi suara suling bambu berukuran besar (suling gambuh). Keberadaan Gambuh di Desa Tumbak Bayuh sangat dihormati karena dianggap sebagai "induk" dari sebagian besar tari Bali modern, sehingga kelestariannya terus dijaga secara ketat melalui proses regenerasi penari muda setempat agar pakem klasiknya tidak punah.

Asal-usul seni Gambuh di Desa Adat Tumbakbayuh berakar dari tradisi kesenian istana (teater keraton) Kerajaan Mengwi yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak awal abad ke-18 (sekitar tahun 1700-an). Keberadaan dramatari Gambuh di Desa Adat Tumbakbayuh tidak dapat dipisahkan dari masa kejayaan Puri Gede Mengwi. Berdasarkan catatan sejarah dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, kesenian klasik ini awalnya merupakan kesenian elite istana yang didirikan, difasilitasi, dan dilindungi langsung oleh Raja Mengwi sebagai sarana hiburan bangsawan serta pelengkap upacara agung. Pada masa itu, pihak puri memberikan dukungan penuh berupa fasilitas pelatihan, penyediaan instruktur penari, pembuatan busana dan gamelan, hingga penyediaan area khusus pementasan yang dikenal sebagai Bale Pegambuhan. Ketika pengaruh kekuasaan feodal kerajaan mulai surut akibat kolonialisme, kesenian ini tidak serta-merta punah; para seniman istana membawa pakem kesenian tersebut keluar puri dan

Buka di Google Maps
Kecamatan Mengwi
Desa Dinas Pererenan
Desa Adat Desa Adat Tumbak Bayuh
Banjar Adat Banjar Klepekan
Pelindungan Belum Terdaftar
Tahu OPK lain?

Bantu kami memetakan lebih banyak warisan budaya Bali.

Lapor OPK Sekarang